Headlines

Contact form

Search This Blog


PASANG IKLAN DISINI BROOOO

Melayani Pemasangan Iklan Di Sini Lebih Lanjut Hubungi Kami

Entertainment

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Sinergi DPRD Pati dan Insan Pers: Restu Pelantikan FWP di Ruang Paripurna

Maret 17, 2026

 

Dok//mediasuarakita.com 

PATI-​Pimpinan DPRD Kabupaten Pati secara resmi menerima audiensi dari pengurus Forum Wartawan Pati (FWP) di Ruang Gabungan pada Selasa, 17 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jalinan silaturahmi antara lembaga legislatif dengan para pembawa suara publik di wilayah berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.


Dalam kesempatan tersebut, perwakilan FWP menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk memohon restu serta izin penggunaan fasilitas gedung dewan. Fokus utama permohonan mereka adalah keinginan untuk menyelenggarakan prosesi pelantikan kepengurusan FWP periode 2026-2029 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati.


Slamet Widodo, yang mewakili delegasi FWP, memaparkan bahwa agenda pelantikan tersebut direncanakan akan berlangsung pada Mei 2026 mendatang. Pemilihan gedung DPRD sebagai lokasi acara dinilai memiliki nilai simbolis yang kuat dalam menunjukkan kedekatan wartawan dengan rumah rakyat.

"Kami sangat berharap Bapak Ketua dan jajaran pimpinan dapat memfasilitasi kami, baik itu di ruang paripurna maupun ruang lainnya yang memungkinkan," ujar Widodo. Ia menegaskan bahwa DPRD merupakan mitra strategis tempat mereka mengadu dan bersandar sebagai representasi wakil rakyat.


Lebih lanjut, Widodo menekankan bahwa permohonan ini bukan sekadar urusan tempat, melainkan upaya membangun sinergitas yang lebih solid. FWP berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan jajaran legislatif demi mewujudkan iklim daerah yang lebih kondusif dan informatif bagi masyarakat.


Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyambut hangat inisiatif tersebut dengan memberikan respon positif terhadap rencana yang diajukan. Politisi dari PDI Perjuangan ini mengapresiasi langkah komunikatif FWP yang telah berkoordinasi jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.


Ali menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dan merasa terhormat apabila gedung wakil rakyat dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif para jurnalis. Baginya, hubungan harmonis antara DPRD dan media massa merupakan kunci dalam mengawal kebijakan pembangunan di Kabupaten Pati.


Guna memastikan acara berjalan tanpa kendala teknis, Ali menginstruksikan jajaran pengurus FWP untuk segera berkoordinasi secara mendalam dengan Sekretaris Dewan (Sekwan). Hal ini diperlukan agar pengaturan jadwal tidak bertabrakan dengan agenda kedewanan yang padat.


Dukungan penuh ini juga diamini oleh jajaran Wakil Ketua DPRD Pati lainnya, yakni Bambang Susilo, Hardi, dan Suwito. Kesepakatan para pimpinan ini menunjukkan bahwa lembaga legislatif memberikan ruang bagi komunitas wartawan untuk berkembang dan diakui secara resmi di lingkup pemerintahan lokal.


"Kami sudah siap dan dengan senang hati menyambut pengukuhan teman-teman FWP di ruang paripurna. Yang terpenting, pastikan komunikasi dengan Pak Sekwan berjalan lancar dan jangan mendadak agar persiapan lebih matang," pungkas Ali Badrudin


(Red).

Sambut Kedatangan Pemudik, Pj Sekda Soroti Trantibum Lebaran

Maret 16, 2026
Dok//mediasuarakita.com 

PATI, 16 Maret 2026 — Pj Sekda Pati, Teguh Widyatmoko, menyoroti soal Ketenteraman dan Ketertiban Umum 


(Trantibum) di masa lebaran. Hal itu disampaikannya saat menyambut kedatangan bus yang membawa peserta program Mudik Gratis di halaman Kantor Setda Kabupaten Pati. Bus-bus tersebut tiba Senin malam (16/3), sekitar pukul 21.00 WIB. 


Para pemudik yang pagi tadi diberangkatkan oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dari TMII Jakarta itu tak hanya disambut oleh Pj Sekda tapi juga disambut jajaran Pemkab, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, dan perwakilan Jasa Raharja.


Dalam kesempatan itu, Teguh menjelaskan bahwa program Mudik Gratis merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pati untuk membantu para perantau pulang kampung menjelang Idul Fitri. 


Program tersebut dinilai mampu meringankan beban biaya perjalanan, terutama ketika harga tiket transportasi umum meningkat tajam pada masa mudik lebaran.


“Terkait perayaan Idul Fitri nanti, mohon bisa dihindari perayaan yang berlebihan yang justru mengarah ke hal-hal negatif,” pesan Teguh kepada para pemudik saat penyambutan.


Ia menambahkan, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama momentum Lebaran. 


Hal tersebut disampaikan mengingat beberapa waktu lalu terdapat kejadian warga di wilayah Pati Selatan yang menjadi korban tongtek saat sahur.


“Jaga diri, manfaatkan momentum Lebaran untuk mempererat silaturahmi,” ujar Teguh.


Lebih lanjut, Pj Sekda menyampaikan bahwa para peserta mudik gratis tidak hanya diantar sampai Pati Kota saja, karena Pemkab telah mengatur agar bus mengantar para pemudik hingga ke kecamatan tujuan masing-masing. 


“Selamat datang di Pati. Selamat menikmati masa liburan di Pati. Semoga nanti kembali ke Jakarta dalam keadaan sehat dan selamat,” ucapnya.


Di akhir sambutannya, Teguh berharap masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif jelang dan selama perayaan Idul Fitri. 


Ia juga mengingatkan agar kegiatan seperti tongtek, takbir keliling maupun hiburan saat Lebaran tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.


(Red).

Keadilan Bagi FD: Kuasa Hukum Ajukan Saksi Baru dan Desak Transparansi Kasus Talun

Maret 16, 2026

 

Dok/mediasuarakita.com 

PATI – Upaya pencarian keadilan atas tragedi pengeroyokan berdarah di Desa Talun terus bergulir. Guna melengkapi berkas penyidikan sebelum dinyatakan lengkap (P21) oleh tim penyidik Polresta Pati, pihak keluarga korban resmi mengajukan sejumlah saksi baru untuk memberikan keterangan tambahan.


Langkah hukum ini diambil oleh tim kuasa hukum korban dengan tujuan agar penanganan perkara tidak berjalan di tempat. Menurut mereka, penambahan saksi dipandang sangat perlu supaya seluruh proses hukum, mulai dari pemeriksaan hingga persidangan nanti, dapat dilakukan secara adil, transparan, dan akuntabel.

Ketegangan sempat mewarnai lingkungan sekitar pasca-kejadian. Pada Sabtu (14/03) malam, ratusan warga mendatangi kantor balai desa setempat.


Kedatangan massa bertujuan untuk mempertanyakan sikap pemerintah desa serta menuntut kejelasan mengenai perkembangan kasus yang telah merenggut nyawa salah satu warga mereka.


Nailal Arif, S.H., M.H., selaku Kuasa Hukum korban, mengonfirmasi bahwa hari ini pihaknya membawa tiga saksi kunci ke hadapan penyidik. Ketiga saksi tersebut merupakan rekan dekat korban yang berada di lingkaran peristiwa saat aksi pengeroyokan terjadi di lokasi kejadian.


"Keterangan ketiga saksi ini sangat krusial karena mereka mengetahui secara langsung seputar peristiwa dan kronologi kejadian. Kami berharap kesaksian ini dapat membantu penyidik mengungkap kasus ini hingga menjadi terang benderang," ujar Nailal Arif pada Senin (16/03/2026).


Dalam catatan kepolisian sebelumnya, Tim Resmob Polresta Pati telah bergerak cepat dengan mengamankan sedikitnya 11 terduga pelaku. Belasan orang tersebut diduga kuat terlibat dalam tindak pidana kekerasan secara bersama-sama pada Kamis (12 Maret 2026. yang mengakibatkan korban berinisial FD meninggal dunia.


Meski mengapresiasi penangkapan tersebut, pihak keluarga korban masih merasakan adanya beberapa kejanggalan dalam proses penanganan perkara. Salah satu poin yang disoroti adalah terkait alat bukti digital yang dianggap belum dieksplorasi secara maksimal oleh tim penyidik di lapangan.


Nailal menyebutkan bahwa sejauh ini belum dilakukan kroscek mendalam terhadap beberapa kamera CCTV yang mengarah langsung ke titik lokasi kejadian. "Padahal, rekaman tersebut sangat penting untuk memetakan aktivitas para pihak, baik pelaku maupun korban, sebelum dan saat tragedi pecah.


Kekecewaan keluarga dan warga yang tergabung dalam gerakan pencari keadilan akhirnya memuncak pada audiensi di Balai Desa Talun. Dalam pertemuan yang berlangsung Sabtu malam itu, terungkap sebuah petunjuk baru yang cukup mengejutkan mengenai persenjataan yang digunakan oleh para pelaku.


Berdasarkan keterangan dari unit PPA Polresta Pati saat mediasi, diketahui bahwa senjata yang digunakan dalam pengeroyokan tersebut adalah jenis rencong. Senjata tajam khas ini memperkuat indikasi bahwa serangan terhadap FD bukan sekadar spontanitas, melainkan ada unsur persiapan.


"Kami menduga kuat kasus ini telah diindikasikan sebagai aksi yang direncanakan. Fakta bahwa pelaku sudah mempersiapkan diri dengan senjata tajam seperti yang disampaikan pihak kepolisian menjadi dasar kecurigaan kami," imbuh Nailal Arif dengan nada tegas.


Menutup keterangannya, Nailal Arif mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang dapat memecah belah warga. Ia menegaskan agar semua pihak mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada Polresta Pati sambil tetap mengawal jalannya keadilan.tegasnya.



(Red).

Mudik Gratis 2026: Biarkan Rindu Menemukan Jalan Pulangnya Tanpa Beban

Maret 16, 2026
Dok//mediasuarakita.com 

JAKARTA, 16 Maret 2026 - Pagi itu, halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dipenuhi koper, tas besar, dan wajah-wajah yang tak sabar pulang. Sejumlah bus berjejer rapi. Di dalamnya, ratusan warga Kabupaten Pati bersiap menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.


Bagi mereka, perjalanan ini lebih dari sekadar pulang. Di dalam bus-bus itu, ada rindu yang akhirnya menemukan jalan.


Sebanyak 702 warga Pati diberangkatkan melalui program Mudik Gratis kolaborasi Pemkab Pati dengan Pemprov Jateng.


Mereka pulang menggunakan 16 bus yang telah disiapkan.


Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pun hadir langsung di lokasi keberangkatan.  


“Pagi ini saya bersama Kepala Dishub Kabupaten Pati mendampingi Pak Gubernur melepas rombongan bus pemudik dari Kabupaten Pati,” kata Chandra. 


Ia menjelaskan, armada bus untuk pemudik Pati berasal dari beberapa sumber. 


Sepuluh bus disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, tiga bus dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Jateng, dua bus dari Semen Gresik, dan satu bus dari Jasa Raharja.


“Total untuk Kabupaten Pati ada 16 bus dengan 702 orang pemudik,” ujar Plt Bupati.


Sebelum keberangkatan, kondisi armada juga telah diperiksa oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan para pemudik.


“Tadi Pak Kepala Dinas sudah mengecek semua busnya. Busnya bagus, keren, dan aman,” ujar Plt Bupati. 


Ia berharap seluruh pemudik dapat sampai di Kabupaten Pati dengan selamat.


“Semoga pemudik sampai Kabupaten Pati dengan keadaan sehat dan perjalanan mudiknya lancar,” ujarnya.


Di antara para pemudik, Daryono, pengemudi ojek online di Jakarta, terlihat menunggu bus yang akan membawanya pulang ke Kecamatan Tambakromo. 


Ia mengaku program mudik gratis sangat membantu pekerja informal seperti dirinya.


“Menurut saya sangat-sangat membantu sekali untuk kalangan warga menengah ke bawah,” kata Daryono.


Ia berharap jumlah armada bus pada tahun mendatang bisa ditambah.

“Mudah-mudahan ke depan armadanya nambah lagi dan teman-teman yang belum bisa ikut tahun ini bisa ikut juga,” ujarnya.


Harapan serupa disampaikan oleh Pawi, pedagang kopi keliling di Jakarta, yang juga merasa terbantu dengan program tersebut. 


“Tahun ini Alhamdulillah cukup bagus,” katanya.


Pria yang akan mudik ke Kecamatan Gabus itu pun 

berharap program mudik gratis terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.


“Semoga ke depannya lebih bagus lagi dan bisa ditambah armadanya,” ujar Pawi.


Pelepasan rombongan pemudik dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sekitar pukul 10.00 WIB. 


Disampaikan gubernur, program mudik gratis Pemprov tahun ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai pihak, antara lain Baznas, Bank Jateng, dan sejumlah instansi lainnya.


Total ada 325 bus yang disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.


“Jadi hari ini kita lakukan mudik gratis Pemprov Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 kabupaten kota,” kata Luthfi.


Menurutnya, sebagian besar peserta mudik merupakan pekerja informal di wilayah Jabodetabek dengan penghasilan relatif rendah.


“Rata-rata mereka pekerja informal yang gajinya di bawah Rp 5 juta. Ada pedagang bakso, pengemudi ojek online, pembantu rumah tangga, dan lainnya,” ujar Luthfi.


Ia menilai program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.


“Ini merupakan bentuk hadirnya negara untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas masyarakat,” kata Luthfi.


Bus-bus itu kemudian perlahan meninggalkan halaman TMII. Di balik kaca jendela, para pemudik melambaikan tangan. Dan jalan pulang untuk mencurahkan rindu pada kampung halaman pun kini telah terbuka lebar.


(Red).

Tongtek Berujung Maut, Ratusan Warga Geruduk Balaidesa Talun, Pertanyakan Sikap Pemdes dan APH

Maret 15, 2026

  

Dok//mediasuarakita.com 

Pati - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban tongtek yang berujung maut pada seorang pemuda berinisial Masih dalam suasana berkabung sejumlah perwakilan keluarga dan ratusan warga pertanyakan sikap dingin pemerintah desa serta penanganan kasus yang saat ini masih bergulir di ranah kepolisian. 


Seorang warga dalam mediasi itu menyebut bahwa penanganan kasus hilangnya nyawa seseorang tersebut dinilai penuh intrik dan drama. Pasalnya, pihaknya menyebut jika sebelumnya ramai di media sosial tentang diamankannya puluhan pemuda, namun hanya empat orang yang ditetapkan sebagai Tersangka. 


"Kami disini mencari keadilan, penanganan perkara harus diusut tuntas serta pihak-pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku di negara kita. Hukum jagan tebang pilih," ujar salah seorang warga saat proses mediasi di aula Balaidesa Talun, Sabtu (14/03) malam. 


Acara penyampaian aspirasi tersebut juga mendapatkan pengaman dari Polsek Kayen serta tim Jatanras Polresta Pati. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat proses mediasi dan penyampaian aspirasi berlangsung. 


"Kami menyayangkan sikap dingin para aparatur pemerintah desa. Padahal ini menyangkut dengan hilangnya nyawa seseorang. Disini kami hanya meminta transparansi penanganan perkara serta agar CCTV yang berada di beberapa lokasi agar dibuka, agar rangkaian peristiwa dapat dilihat secara utuh," pintanya. 


Dalam keterangannya, Unit PPA Polresta Pati telah memaparkan mulai dari tahapan penyelidikan, gelar perkara hingga penetapan status para terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tersebut. 


Sementara itu Kapolresta Pati melalui Kapolsek Kayen dalam arahannya juga mengatakan bahwa masyarakat agar tetap bisa menjaga kondusifitas wilayah. Jangan sampai menimbulkan sikap anarki dan kekerasan dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi nya. 


"Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan bisa menjaga suasana agar tetap dingin. Proses hukum berjalan sesuai prosedur dan mekanisme. Penetapan tersangka serta proses penyidikan juga dilakukan secara profesional," ucap Kapolsek Kayen. 


Setelah melalui proses mediasi yang cukup alot, akhirnya pihak kepolisian menyetujui agar pemeriksaan CCTV dilakukan malam itu juga. Dengan didampingi oleh pihak berwajib, perwakilan keluarga serta beberapa tokoh masyarakat, akhirnya dilakukan kroscek ke beberapa lokasi CCTV untuk mendapatkan bukti petunjuk baru berkaitan dengan peristiwa yang merenggut nyawa tersebut.



(Rn).

 
Copyright © MEDIA SUARA KITA. Designed by OddThemes